Catatan Pinggir Perjalanan di Jerman Menteri Anies Baswedan (bag-1)

Catatan Pinggir 4 Hari Perjalanan di Jerman dengan Menteri Anies Baswedan (bagian-1)

Tulisan ini ditulis ringan dengan bahasa informal dan bukan merupakan repotasi jurnalistik. Narasinya berisi Catatan Pinggir dari rangkaian perjalanan IASI untuk mendukung Program Kerja Bapak Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jerman. Tujuannya untuk membagi sudut pandang dan sharing value tentang keterlibatan IASI selama menemani program kerja Bapak Menteri.

 

Penulis: Ferizal Ramli Ketua Umum IASI
Belum Hari ke 0: Hotel Bintang 3

 

Aku nemenin perjalanan Mas Mentri dari mulai hari kerja ke 0 tanggal 26 Siang saat mendarat di Frankfurt sampai dengan hari kerja ke 3 saat lepas landas Malam di Hamburg. Ini kutulis cerita secara berseri-seri saat sedang santai dengan bahasannya nyantai yah…
Saat masih di Whatsapp Group diskusi tentang persiapan rombongan dari Depdikbud, Kadin dan Bapenas untuk ke Jerman untuk mengingkatkan kualitas Sekolah Kejuruan Indonesia. Indonesia ingin belajar Dual-System Jerman untuk sekolah kejuruan. Targetnya lulusan SMK kita bisa menjadi pesaing terkuat Pasar Kerja Bersama ASEAN.
Diskusi di WA Group hangat tentang booking hotel. Ceritanya Rombongan Mas Mentri karena persoalan uang saku negara yang ketat maka ingin tinggal di hotel yang terjangkau uang saku. Ditetapkan lah nginepnya di hotel bintang 3.
Lalu ragu-ragu dilaporkan ke mas Mentri bahwa rombongan nginep di Hotel Bintang 3. Kita semua tahu bahwa mas Mentri jatahnya hotel bintang 5 karena sesuai aturan protokoler Mentri adalah VVIP. Sementara rombongan sanggupnya bintang 3. Cepat mas Mentri respon: “Saya dengan rombongan nginapnya di hotel yang sama (bintang 3) yang penting kita bisa koordinasi!”
Mendengar jawaban Mas Mentri milih bintang 3 maka respon japriku: “Lha dulu saat belum jadi Mentri (masih Rektor Univ Parmad) saat dapat Undangan oleh Presiden Jerman, kita malah nginapnya di Hotel Bintang 5++ TERBAIK di Jerman dan Eropa, Kempinski Adlon”.
“Kok sekarang malah jadi mentri nemenin dirimu jatahku kok cuma di nginapnya di Hotel bintang 3? Lha wong Konsultan SAP aja minimal bintang 4 kok klo perjalanan dinas. Itu sebabnya aku ndak mau jadi Mentri, soalnya klo perjalanan dinas nginapnya cuma di Hotel Bintang 3”.
Mas Mentri menjawab japriku: cuma kasih simbol ngekek!
Ps.
Kenangan dulu saat temenin Mas Mentri sebelum jadi Mentri di Kempinski Adlon Hotel Berlin.
Ketemu dengan Mbak Yenni Wahid.

 

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe
FR
(Bersambung)

Top