22426392_1590752827613915_5068198063834950530_o

Pertemuan Pengurus IASI – Jerman dengan Perwakilan SES – Jerman untuk Indonesia

(Oleh: Yudi Ardianto)
Pada tanggal 12 Oktober lalu pengurus IASI – Jerman menerima kunjungan Pak Adam Pamma di Hamburg. Dia adalah mantan Ketua IASI dua periode lalu dan sekarang menjabat sebagai perwakilan yayasan Jerman SES (Senior Experten Service) di Indonesia.
Pak Adam juga adalah pemrakarsa dan sekaligus pimpinan proyek pusat pelatihan dan keterampilan untuk anak-anak putus sekolah di Makassar. Proyek yang dimulai bulan Oktober 2015 dan akan berakhir tahun 2017 ini adalah hasil mitra kerjasama antara IASI – Jerman dengan Yayasan Nase Mulia di Makassar.
Proyek mendapat bantuan dana dari pemerintah Jerman bagian pengembangan dan kerjasama ekonomi – BMZ (Bundesministerium für wirtschaftliche Zusammenarbeit und Entwicklung) yang disalurkan melalui lembaga pusat pengembangan dan migrasi internasional – CIM (Centrum für Internationale Migration und Entwicklung).
Dipaparkan bahwa suksesnya proyek ini menunjukkan bahwa pergantian-pergantian estafet pengurus IASI selama ini telah berjalan dengan baik. Juga proyek-proyek yang sedang berjalan bisa terus berlangsung dengan lancar.
Disampaikan juga tentang data-data pengiriman tenaga ahli/visiting professor/expert ke Indonesia melalui jasa SES. Telah terjadi peningkatan pada tahun 2016 dan terus bertambah pada tahun 2017. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
  • Tahun 2014 : 12 orang
  • Tahun 2015 : 15 orang
  • Tahun 2016 : 38 orang
  • Tahun 2017: 100 orang (prediksi sampai akhir tahun)
Insitusi penerima utama tenaga ahli-tenaga ahli tersebut adalah:
  • UGM, semua fakultas termasuk vokasi
  • UNAIR
  • UNDIP
  • UPN Yogya
  • UIN seluruh Indonesia untuk pengembangan sain dan teknologi
  • Lebih dari 30 SMK atas dukungan direktorat pembinaan SMK (Kemendikbud).
Mulai akhir tahun ini juga akan dikirim sebanyak tiga tenaga ahli untuk Kementerian Tenaga Kerja, dengan tugas untuk penguatan BLK (Balai Latihan Kerja) yang bersinergi dengan industri-Industri.
Provinsi Jawa Timur juga cukup agresif mendukung penguatan SMK di wilayah Jatim. Mulai akhir tahun 2017 ini SES untuk pertama kalinya akan mengirimkan para tenaga ahli Jerman ke SMK-SMK di Jawa Timur. Program berlangsung berkat dukungan pemerintah provinsi.
Sementara itu, untuk tahun depan direncanakan sekitar 30 tenaga ahli akan dikirim ke SMK-SMK Jawa Timur atas permintaan Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan. IASI – Jerman juga telah menginisiasi kerjasama antara UNS – Surakarta dan SES. Pembicaraan awal kerjasamanya dilakukan bulan September 2016 lalu. Diharapkan bahwa dalam waktu dekat ini akan ada tiga tenaga ahli pertama yang akan dikirim ke UNS.
Hal penting yang disampaikan Pak Adam adalah adanya feedback sangat positif dari insitusi-institusi penerima tenaga ahli Jerman yang disalurkan oleh SES ini. Selain berlangsung transfer ilmu pengetahuan dari sisi teknis, juga ditularkan etos kerja khas Jerman, seperti: sikap disiplin, menghargai waktu, dan kesungguhan dalam menjalankan komitmen.
Belajar dari suksesnya pelaksanaan proyek pusat pelatihan ketrampilan di Makassar yang didanai sebagian oleh lembaga CIM tersebut, Mas Pangky dari Divisi EBT memaparkan rencana pengajuan proyek pemberdayaan desa mandiri di Sumatra Utara. Desa ini memproduksi minyak atsiri (Citronela). Limbah dari produknya digunakan sebagai sumber energi penghasil listrik. Proses sudah berjalan dalam skala kecil dan memerlukan modal untuk meningkatan produksinya.
Pertemuan yang sangat produktif ini ditutup dengan mencicipi menu khas Indonesia dari Restoran Jawa di Hammerbrook – Hamburg.
** Foto: Adam Pamma (SES Jerman di Indonesia), Yanti Mirdayanti (Ketua II IASI dan Divisi Pendidikan), Yudi Ardianto (Ketua I IASI), Pangky Manirjo (Divisi EBT – IASI)
22448505_1588515207837677_5229176939773546057_n

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)

(Oleh: Yanti Mirdayanti)
IASI – Jerman telah berkolaborasi dengan DIG – Hamburg dan Bidang Studi Indonesia/Melayu, Universitas Hamburg menyelenggarakan acara ceramah dan diskusi tentang tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Acara yang sangat informatif dan telah membuka mata para hadirin itu diselenggarakan di Asien-Afrika-Institut, Universität Hamburg, pada hari Sabtu siang sampai sore, pada tanggal 7 Oktober 2017.
Sebelum acara diskusi berlangsung, para hadirin diberi kesempatan untuk melakukan uji coba tes bahasa Indonesia. Kisi-kisi soalnya dirangkum dari beberapa contoh pertanyaan UKBI yang telah dibuat oleh Lembaga Pengembangan Bahasa di Jakarta.
Pembicara/penyaji utama selama kegiatan ceramah dan diskusi UKBI tersebut adalah Sdr. Jan Budweg. Dia seorang mahasiswa Jerman yang sudah ahli dalam topik-topik yang berhubungan dengan bahasa Indonesia. Dia juga sedang merampungkan program Masternya yang kedua di Universitas Hamburg, serta telah terdaftar sebagai mahasiswa S3 di Universitas Frankfurt. Jan Budweg juga telah berpengalaman beberapa kali mengikuti tes UKBI di Jakarta, serta telah dengan rajin mengikuti perkembangan topik UKBI maupun UKBIPA selama beberapa tahun terakhir.
Penyaji mengungkapkan bahwa Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) merupakan sarana untuk mengevaluasi mutu penggunaan bahasa Indonesia seseorang, baik penutur asli maupun penutur asing. UKBI sendiri diresmikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2006. Sekarang UKBI sedang mengalami proses implementasinya di kalangan masyarakat sebagai sistem peraturan yang berlaku di Indonesia.
Yang sudah pasti, siapa pun yang hendak bekerja di Lembaga Pengembangan Bahasa di Indonesia diwajibkan untuk mengikuti tes UKBI. Namun ada pula beberapa institusi negeri, swasta, dan asing yang telah menerapkan peraturan mengikuti tes UKBI. Untuk ke depannya peraturan mengikuti tes UKBI ini tampaknya akan wajib dilaksanakan oleh semua institusi negeri maupun asing yang berada di Indonesia.
Selama ceramah diperkenalkan paparan umum tentang UKBI, mulai dari sejarah perkembangannya, format ujian dan kisi-kisi soalnya, sampai sistem skor penilaian dan tafsiran peringkat/level bahasanya. Presentasi lisan dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Jerman. Sedangkan presentasi materi aslinya dilakukan dalam bahasa Indonesia. Tanggapan dari para peserta setelah mengikuti uji coba tes: “Aduh, ternyata bahasa Indonesia yang baik dan benar itu tidak mudah. Kami melakukan banyak kesalahan. Tidak ada bedanya dengan melakukan tes TOEFL bahasa Inggris!”
Setelah mengikuti keseluruhan acara, maka para hadirin yang kebanyakan warga diaspora Indonesia itu pun semakin disadarkan bahwa tugas untuk memelihara bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah tugas warga negara Indonesia sendiri. Kalau terus menerus membiasakan memakai bahasa gaul (lisan maupun tulisan) dengan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah bahasa baku sama sekali, maka lama kelamaan si penutur tidak akan mampu lagi membedakan mana bahasa Indonesia yang benar dan mana yang salah. Apakah bahasa Indonesia yang baik dan benar (Bahasa Indonesia baku yang sesuai EYD – Ejaan Yang Disempurnakan) akan terus mampu bertahan sebagai bahasa tuan rumah di negara Republik Indonesia sendiri? Hal ini tentunya seutuhnya terletak di pundak para pemakainya. Dalam hal ini terutama di pundak warga negara Indonesia sendiri sebagai penutur asli.
Pada kesempatan ini kami mengucakan terima kasih kepada pihak Atdikbud – KBRI Berlin atas dukungannya, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik. Juga ucapan terima kasih untuk Mbak Fanny dan Mbak Djohanna yang telah turut meramaikan acara, yaitu dengan menyediakan makanan icip-icip jajanan khas Indonesia. Telah membantu mengisi perut-perut yang kelaparan bersamaan dengan turunnya hujan di luar yang cukup deras.
Tentunya ucapan terima kasih disampaikan pula kepada para peserta yang hadir dan telah berpartisipasi mengikuti tes yang lumayan tidak mudah itu.
22282100_1587039117985286_5632981352925051174_n

Dua Pengurus Baru Inti IASI – Jerman 2017/19

(oleh: Yanti Mirdayanti & Yudi Ardianto)
www.iasi-germany.de
Mbak Nuke dan Mas Alvin sejak satu bulan ini telah resmi turut memperkuat tim inti IASI – Jerman periode 2017 – 2019.
Mbak Nuke menduduki posisi sebagai Sekretaris, berkonsentrasi pada hal-hal yang berhubungan dengan kesekretariatan, dokumentasi, dan lain-lain. Terutama juga bekerjasama erat dengan Ketua I dan II dalam berbagai aspek perencanaan kegiatan.
Mas Alvin menduduki posisi Webmaster yang terutama bertanggungjawab untuk hal-hal yang berhubungan dengan website IASI – Jerman dan segala seluk beluk publikasi dan komunikasi yang dilakukan di website IASI – Jerman.
Rapat-rapat koordinasi dengan Mbak Nuke dan Mas Alvin sudah dilakukan sejak sebulan terakhir ini dengan lancar.
Kekompakan bekerja dan berkonsolidasi para anggota pengurus inti periode IASI – Jerman yang mana pun sangatlah penting. Selain harus saling mendukung dan saling memberi input, juga perlu selalu berkomunikasi erat yang terus menerus dilakukan. Kadang harus berani menanggung resiko ekstra terbebani, karena masing-masing pengurus sehari-harinya juga mempunyai pekerjaan tetap, memiliki keluarga yang harus diprioritaskan, sibuk studi/kuliah, maupun setumpuk kegiatan-kegiatan lainnya.
Perlu diiingat bahwa bekerja sebagai pengurus IASI – Jerman adalah sebuah pekerjaan sukarela (tidak dibayar/digaji) yang modal utamanya hanya satu, yaitu:
“Berani mengorbankan waktu dan tenaga demi memenuhi rasa cinta kepada diaspora Indonesia di Jerman dari berbagai keilmuan dan profesi, serta rasa cinta kepada Republik Indonesia yang tetap berBhinneka Tunggal Ika!”
Salam kompak dan mohon dukungannya selalu!
(Catatan: Bendahara IASI tidak tertera di foto)
Hamburg, 11 Oktober 2017
foto_bersama_1 modified

Acara ‘Dialegtika’ Renewable Energy (Energi Baru dan Terbarukan)

Koordinator: PPI – Hamburg, bekerjasama dengan IASI dan Jurusan Asia Tenggara, Universität Hamburg
Tanggal/ Waktu: 6 Oktober ’17/ 15:45-17:30
Tempat: Asien-Afrika-Institut, Ruang 232, Universität Hamburg
Laporan Singkat (oleh: Nur Pamungkas Manirjo)
Acara Dialegtika dengan topik Renewable Energy ini terutama bertujuan untuk meningkatkan rasa kepekaan (awarness) diaspora Indonesia di Jerman akan tema Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia. Juga merupakan wadah yang baik untuk memberi edukasi dan kesadaran bahwa tema EBT di Indonesia adalah sangat penting serta mempunyai masa depan yang bagus. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk berdialog, bertukar pikiran, serta berbagi pengalaman antar peserta yang hadir yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Jerman dari berbagai bidang akademis dan pekerjaan.
Acara dimulai dengan kata pembuka dari pihak bidang Studi Indonesia/Melayu – Uni Hamburg yang juga sebagai Ketua II IASI – Jerman (Yanti Mirdayanti), serta dari pihak perwakilan PPI Hamburg (Muh.Iqbal Anshori).
Sebelum presentasi dimulai, dilakukan sesi perkenalan singkat dari para peserta, supaya tercipta suasana yang lebih akrab.
Presentasi Renewable Energy dilakukan oleh dua orang penyaji, yaitu: Nur Pamungkas Manirjo (Divisi Renewable Energy – IASI) bersama Yudi Ardianto (Ketua I IASI – Jerman).
Pembicara pertama, Nur Pamungkas Manirjo, menyajikan poin-poin sebagai berikut:
  1. Visi dan Misi dari IASI-EBT
  2. Pemaparan jenis-jenis EBT
  3. Rencana Program Kerja IASI-EBT
Pembicara kedua, Yudi Ardianto, menyajikan poin-poin yang menyangkut:
implementasi, serta data dan fakta dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin)
Acara penutup, yaitu dialog dan diskusi yang menjadi wadah untuk bertukar pikiran dan pengalaman berlangsung dengan sangat menarik. Para peserta telah turut menambah wawasan dan masukan dengan membawa poin-poin sebagai berikut:
  1. Adanya jurang (gap) pemisah antara disiplin-disiplin ilmu di Indonesia dan ini merupakan tantangan besar untuk Indonesia.
  2. Perlunya untuk menjembatani lembaga-lembaga industri dan riset di Indonesia dan Jerman.
  3. Mengikutsertakan masyarakat luas di Indonesia dari awal untuk turut dalam proses implementasi EBT agar bisa mendapat pengetahuan dasar tentang EBT dan bisa mandiri mengoperasikannya.
  4. Perlu diperhatikannya tantangan-tantangan sosial (selain tantangan-tantangan teknis dan geografis).
  5. Tentang masa depan EBT di Indonesia.
Acara Dialegtika Renewable Energy ini diakhiri dengan acara ramah tamah.
PaHam4

Pasar Hamburg 2017

(Oleh: Yanti Mirdayanti)

Menjelang terselenggarakannya acara “Pasar Hamburg” ke-5 pada tanggal 9 dan 10 September mendatang di kota Hamburg, kami pengurus IASI Jerman hendak mengucapkan ‘Selamat’ kepada seluruh tim panitia Pasar Hamburg yang mulai hari ini, 7 September 2017, telah dengan kompak dan bersemangat memulai membangun seluruh stand dan panggung di gedung Massehalle A-2 yang maha luas itu.

Pada tahun ini Pasar Hamburg mengangkat tema ‘Ibu’ yang bisa kita artikan dengan sangat luas: ibu kandung, ibu pertiwi, bahasa ibu, ibu rumah tangga, perempuan matang, wanita kuat, wanita mandiri, emansipasi perempuan, dan lain-lain.

Para tamu dari Indonesia yang akan mengisi acara-acara pun hari ini sudah mulai berdatangan, dijemput oleh para panitia di lapangan terbang Hamburg, yang kemudian diantar sampai ke tempat-tempat penginapan mereka.

Para tamu dari Indonesia yang akan mengisi acara Pasar Hamburg tahun ini terdiri dari para musisi, fashion designer, budayawan, seniman, sastrawan/sastrawati, sutradara film, pelukis, penari, dan lain-lain.

Selain itu, para musisi lokal (diaspora Indonesia) dari daerah Hamburg dan sekitarnya pun akan turut pula meramaikan acara.

Tentu saja berbagai jenis makanan khas Indonesia pun akan siap disajikan oleh para pakar kuliner diaspora Indonesia di Jerman.

Setiap tahunnya keseluruhan program Pasar Hamburg selalu menekankan prinsip ‘Ramah Lingkungan’. Dengan demikian, misalnya selama program berlangsung penggunaan alat-alat makanan (piring, sendok, gelas, garpu) yang berasal dari plastik tidak digunakan.

Untuk mendukung program ramah lingkungan, Pasar Hamburg tahun ini pun akan menawarkan sebuah acara spesial yang sangat menarik yang bertemakan seni hasil olahan dari sampah-sampah plastik.

Tak kenal maka tak sayang. Tak datang maka tak tahu. Tak melihat maka tak mengalami.

Jadi, mari datanglah beramai-ramai untuk mengunjungi acara Pasar Hamburg yang sangat variatif dan informatif ini. Harga tiket masuknya sangat terjangkau untuk seluruh dompet mahasiswa sekali pun! Untuk anak-anak sampai umur 15 tahun tak dipungut biaya tiket masuk.

Mari kita sukseskan acara Pasar Hamburg 2017! Tetap semangat dan kompak selalu!!

Informasi lebih jauh:

http://pasarhamburg.com/
uns2

IASI – Jerman hadir dalam acara diskusi di UNS – Solo bertemakan “Kolaborasi Riset dengan College of Engineering and Technology, University of Derby, UK”

Pada tanggal 1 Agustus 2017 Ketua IASI Jerman, Yudi Ardianto berada di UNS bersama dengan Dr. Dani Harmanto, seorang diaspora Indonesia hebat di Inggris yang juga seorang dosen senior dari University of Derby. Kedua pihak mengadakan diskusi bersama jajaran dosen jurusan teknik mesin Fakultas Teknik (FT), tim Pendidikan Fisika, tim Battery UNS dan juga program studi Pendidikan Teknik Mesin (PMT) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.
Acara diskusi dibuka oleh Taufiq Al-Makmun dari IO-UNS. Dilanjutkan dengan sambutan pendek oleh wakil dekan FKIP, Dr. Imam Sujadi, M.Si. Acara diselenggarakan oleh Tim Internasionalisasi FKIP-UNS dan International Office UNS.
Pada sesi pertama, Dr. Dani memaparkan gambaran umum tentang Universitas Derby, kiat-kiat untuk menulis jurnal internasional, juga prosedur untuk menjadi anggota “Chartered Engineer”.
uns1
Pembicaraan awal dengan dekan FKIP-UNS
Pada sesi kedua, sebagai tindak lanjut dimulainya kerjasama IASI dan UNS sejak September 2016, Yudi Ardianto memaparkan kegiatan-kegiatan IASI-Jerman sampai saat ini, bidang-bidang yang sedang ditangani, dan juga kegiatan mencari peluang-peluang kerjasama lebih lanjut, seperti pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan).
Acara diskusi juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Techn. Sholihin As’ad, dosen-dosen terkait, serta beberapa mahasiswa dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang sangat hidup dan menarik.
Pengembangan energi terbarukan menjadi pembahasan menarik, mengingat UNS juga menjadi anggota konsorsium “Battery Research Institute” yang dimotori oleh BATAN. Sebagai informasi, ASTRA sebagai perwakilan dari Industri/swasta juga terlibat dalam konsorsium ini. Pada saat ini UNS juga sedang melakukan penelitian dalam bidang kincir angin sebagai salah satu sumber EBT.
uns2
Diskusi berjalan dengan serius namun juga santai
Dengan menggunakan NEWTON FUND, dalam empat tahun terakhir Dr. Dani Harmanto telah menjalin kerjasama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu dalam rangka pengembangan EBT. Untuk pola kerjasama ini, saat ini juga sedang dijajaki kemungkinan untuk menggandeng UNS – Solo dan IASI – Jerman.
Selain itu, Dr. Dani Harmanto juga membina 10 universitas di Indonesia lainnya. Beliau antara lain berperan sebagai konsultan jarak jauh untuk bidang riset dan kurikulum. Kontak yang dilakukan bisa melalui WhatsApp Messenger/WA maupun surat elektonik/Email. Sebagai sebuah masukan, beliau menyebutkan bahwa jika dikaji lebih lanjut lagi beberapa hasil penelitian di universitas-universitas di Indonesia pada prinsipnya bisa dibuatkan sebagai sebuah HKI – “Hak Kekayaan Intelektual”.
uns2
Peserta diskusi nampak sangat disiplin dalam memperhatikan presentasi
Langkah selanjutnya, dalam waktu dekat akan juga dijajaki kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah di berbagai provinsi di Indonesia.
IASI-Jerman terus mendorong kolaborasi dalam berbagai bidang antar diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Hasil-hasil positifnya diharapkan bisa menjadi kontribusi positif untuk tanah air.
appbipa2

Laporan dari Ketua II IASI merangkap Divisi Pendidikan – IASI Jerman 2017 – 2019

(oleh: Yanti Mirdayanti)

Seperti telah diketahui bersama bahwa sejak bulan Februari 2017 di Jerman telah didirikan sebuah “Asosiasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (APPBIPA) Komisariat Jerman”. Selanjutnya disingkat APPBIPA Jerman. APPBIPA Jerman ini merupakan salah satu dari tiga Komisariat APPBIPA di dunia. Dua Komisariat APPBIPA lainnya telah didirikan di Jepang dan di Thailand. Secara bertahap, direncanakan bahwa Komisariat APPBIPA di negara-negara lainnya akan juga dibentuk.

Setiap Komisariat APPBIPA di luar Indonesia ini dibentuk secara resmi berdasarkan Surat Keputusan/SK dari APPBIPA Pusat di Jakarta – Indonesia. Semua berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam menjalankan program-program dan kegiatannya, setiap APPBIPA Komisariat bekerja secara mandiri, sesuai dengan kapasitas pengurus dan pengajar serta pegiat BIPA yang berada di negara masing-masing.

Pertemuan di Berlin pada tanggal 10 Agustus 2017 lalu telah diprakarsai oleh Andi Nurhaina – HWTG Konstanz dan Yanti Mirdayanti – Universität Hamburg sebagai bagian dari pengurus inti (Ketua I dan Ketua II) APPBIPA Komisariat Jerman. Pertemuan di Berlin tersebut dilakukan dengan berbagai pihak, yaitu:

1) Pertemuan siang s/d sore, sebagai pertemuan utama, dilakukan dengan Atdikbud – KBRI Berlin (Ahmad Saufi).

2) Pertemuan pagi s/d siang siang dengan ‘Buntes Deutschland Indonesien’ – Berlin (Jörg Huhmann).

3) Pertemuan sore s/d malam dengan pengajar Bahasa Indonesia di VHS-Berlin (Inna Herlina).

A. Hasil utama dari pertemuan siang/sore hari dengan Atdikbud KBRI Berlin adalah dukungan KBRI Indonesia di Jerman terhadap rencana diselenggarakannya sebuah lokakarya APPBIPA Jerman yang pertama pada tanggal 3 dan 4 November 2017 di HWTG-Konstanz.

Lokakarya APPBIPA Jerman yang pertama ini diprakarsai oleh APPBIPA Jerman yang para pesertanya ditujukan terutama untuk para dosen pengajar BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) dari 14 Perguruan Tinggi (Universitas dan Fachhochschule) di Jerman.

Lokakarya tersebut bertujuan:

a) untuk mempererat hubungan jaringan antara seluruh dosen pengajar BIPA di seluruh perguruan tinggi di Jerman.

b) sebagai wadah untuk saling bertukar ide tentang pengajaran BIPA di Jerman.

c) untuk merencanakan program-program selanjutnya APPBIPA Jerman.

B. Hasil pertemuan pagi hari dengan ‘Buntes Deutschland Indonesien’ adalah akan dicantumkannya nama dan alamat kontak APPBIPA Jerman di booklet dan newsletter yang dikelola media cetak Buntes Indonesien. Pertanyaan-pertanyaan publik yang menyangkut APPBIPA Jerman bisa disampaikan antara lain melalui alamat kontak yang tercantum di booklet Buntes Indonesien.

C. Hasil pertemuan sore/malam hari dengan Inna Herlina adalah seputar saling bertukar ide pengajaran dan rencana perluasan jaringan APPBIPA Jerman dengan para pengajar BIPA di kelas-kelas bahasa yang berada di bawah naungan berbagai VHS (Volkhochschule) di Jerman.

Motto kami: ** Perkuat dan Pelihara Bahasa Indonesia. Kuasai Bahasa Asing ** (Hamburg, Agustus 2017)

appbipa2 appbipa3 appbipa4
mandana1

Ucapan Selamat untuk Juara II Lomba Pidato Berbahasa Indonesia di Jerman 2017

Tulisan di bawah ini dari tanggal 19 Juli 2017. Dimuat di tempat lain.

Kini, pada bulan Agustus, Mandana Uriep (topik dari tulisan) yang merupakan seorang mahasiswi peranakan Jerman-Indonesia jurusan Bidang Studi Indonesia/Melayu di Universität Jerman, sedang mengikuti berbagai kegiatan HUT RI ke-72 di Jakarta (baik kegiatan-kegiatan sebelum maupun sesudah pelaksanaan upacara bendera di Istana Presiden).

Sekedar untuk “refreshing”, tulisan kembali dimuat di website IASI ini. Semoga laporan lengkap pengalaman Mandana Uriep di Jakarta bisa pula segera ditayangkan segera di sini.

Selain Mandana Uriep, dua perwakilan Jerman lainnya adalah Julia Kaiser (Berlin) dan Galib Pekbas (Konstanz). Mereka bertiga pemenang juara Lomba Pidato dan Lomba Bercerita di Jerman untuk tahun 2017.

================

Ucapan Selamat !!! (Juara II Lomba Pidato di jerman 2017)

(oleh: Yanti Mirdayanti)

Hamburg, Rabu – 19 Juli 2017

Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI, e.V.) mengucapkan “Selamat – Herzlichen Glückwunsch” untuk Mandana Uriep, mahasiswi Program Studi Indonesia/Melayu, Departemen Asia Tenggara, Universitas Hamburg, atas keberhasilannya telah menjadi Juara ke-2 ‘Lomba Pidato dalam Bahasa Indonesia’ pada bulan Mei 2017 ini di Berlin.

Sebagai hadiah penghargaan atas kemenangannya ini, bersama dua pemenang lainnya dari Lomba Pidato dan Lomba Dongeng dalam Bahasa Indonesia 2017 (dari Konstanz dan Berlin), Mandana pada bulan Agustus ini akan diberangkatkan ke Indonesia dengan dukungan biaya perjalanan dari pemerintah Republik Indonesia.

Beberapa program istimewa yang akan diikuti oleh Mandana dan kedua mahasiswa Jerman lainnya yang menjadi pemenang lomba pidato dan lomba dongeng selama di Indonesia antara lain:

1) Mengikuti berbagai kegiatan menjelang HUT Kemerdekaan Indonesia ke-72 di Jakarta.

2) Mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan Indonesia di Jakarta bersama Presiden Joko Widodo.

2) Perjalanan ke tempat-tempat bersejarah di Jakarta dan tempat-tempat wisata menarik lainnya.

Selamat menyiapkan perjalanannya, Mandana yang berbahagia!!

Jangan lupa mencatat semua kisah pengalaman perjalanan istimewa ini di jurnal buku hariannya dengan disertai foto-foto menarik lainnya!

Setelah semua petualangan di Jakarta bersama Presiden Jokowi, dll., Mandana akan (harus) melanjutkan petualangan akademisnya, yaitu melakukan program wajib Satu Semester Study Abroad (Auslandssemester) di Universitas Gajah Mada/UGM – Yogyakarta.

Saya juga mewakili Program Studi (Prodi) Indonesia/Melayu – Universität Hamburg mengucapkan : Semoga Sukses selalu dan lancar segalanya! Sebagai guru Mandana selama enam semester (3 tahun) terakhir ini, saya merasa SANGAT BANGGA atas prestasi Mandana!!!

mandana1
Top