29872650_1762244463798083_7198466420867222072_o

Jumpa & Dialog dengan Dewan Pertimbangan Presiden

Jumpa & Dialog

————————-

IASI – Jerman

PPI – Hamburg

Bersama Suharso Monoarfa dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan para staf dari timnya.

Mereka sedang melakukan perjalanan dinas kerja beberapa hari di Jerman dan Belanda.

Untuk detail program kerja tim selama kunjungan kerjanya di Eropa Barat ini, bisa ditanyakan langsung kepada pihak KJRI.

Hamburg, Sabtu, 30 Maret 2018

—————-

Info tentang pelantikan keseluruhan tim Wantimpres tahun 2015:

https://m.detik.com/news/berita/2807093/ini-profil-9-anggota-wantimpres-yang-baru-dilantik-jokowi

29352259_1759841814038348_9045017781422784702_o

Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur”

IASI – Jerman bekerjasama dengan Nadhlatul Ulama (PCINU) Jerman dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg akan menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Indonesia bersama:

Grup musik “Ki Ageng Ganjur” dari Yogyakarta/Indonesia


Yang akan berlangsung pada:

Hari: Selasa
Tanggal: 3 April 2018
Pukul: 18.00
Tempat: KJRI – Hamburg


Pagelaran seni budaya di Hamburg ini merupakan bagian dari program pagelaran budaya “Ki Ageng Ganjur” di Eropa Barat, khususnya di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Tujuan pagelaran seni budaya ini adalah untuk:

“Mempromosikan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan kedamaian melalui kombinasi aransemen musik etnik, moderen, dan religius”.


Grup musik “Ki Ageng Ganjur” dihadirkan langsung dari Indonesia atas dukungan:

1) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan;
2) Kementrian Luar Negeri;
3) Badan Ekonomi Kreatif;
4) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).


Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur” dipimpin oleh Dr. Zastrouw Al-Ngatawi.

Acara pagelaran ini terbuka untuk umum. Dimohon hadir paling lambat 30 menit sebelum acara dimulai.

IASI Default

Klarifikasi/Press Release atas tulisan “I Don’t Trust Him Anymore”

Klarifikasi/Press Release

====================

Dengan ini kami hendak menegaskan bahwa tulisan “I Don’t Trust Him Anymore” yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dan telah tersebar secara viral di media sosial adalah ditulis oleh mantan Ketua IASI – Jerman periode 2014 – 2016.

Sebagai informasi, Ketua I IASI – Jerman yang sekarang (Periode 2017 – 2019) adalah Sdr. Yudi Ardianto, yang bekerjasama secara erat dengan Ketua II merangkap Divisi Pendidikan, Yanti Mirdayanti, serta anggota pengurus inti lainnya. Bisa dilihat di website IASI:

http://www.iasi-germany.de

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa IASI, e.V. – Jerman adalah organisasi Indonesia resmi di Jerman yang bersifat Non-Profit (Nirlaba) dan Non-Partisan !!!

Artinya, semua pendapat yang bersifat politis adalah pendapat pribadi masing-masing, bukan pendapat IASI – Jerman secara organisasi.

Klarifikasi ini dibuat supaya para pembaca di Indonesia dan di mana pun berada tidak salah faham tentang kepengurusan IASI yang mana yang dimaksud oleh si penulis dalam tulisan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi tersebut.

Berdasarksn informasi yang kami peroleh, tulisan tersebut telah menyebar dengan viral di media sosial selama beberapa hari terakhir, sehingga beberapa orang pembaca bertanya kepada kami tentang keabsahan tulisan tersebut.

Maka dengan ini, kami sebagai pengurus IASI periode sekarang, 2017 – 2019, menegaskan bahwa kami tidak turut bertanggungjawab atas konten tulisan tersebut.

Demikian, klarifikasi ini kami buat dengan sesungguhnya.

Salam Damai, Tim Kerja IASI Periode 2017 – 2019

(Hamburg, 29 Maret 2018)

29542992_1758812870807909_451558636923219380_n

A meeting of the representatives of the IASI, e.V. – Germany 2017 – 2019

A meeting of the representatives of the IASI, e.V. – Germany 2017 – 2019 with

1) the new Consul General of the General Consulate of the Republic of Indonesia (KJRI) in Hamburg, Dr. Bambang Susanto.

2) the Head of Indonesian Women’s Association (Dharma Wanita Persatuan) in Hamburg, Ms. Eva Maria Bambang Susanto

3) the Head of Public Relations and Culture (Koordinator Fungsi Pensosbud/Konsul), Ms. Sri Dewi Kuntarti.

(Wisma Indonesia – Hamburg, 29 March 2018)

______________________________

Acara silaturahmi khusus beberapa dari keseluruhan tim pengurus IASI – Jerman periode 2017 – 2019 dengan:

– Konsul Jenderal baru KJRI Hamburg, Dr. Bambang Susanto;

– Ketua Dharma Wanita Persatuan Hamburg, Ibu Eva Maria Bambang Susanto

– Atase Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan, Ibu Sri Dewi Kuntarti.

Pertemuan dan silaturahmi khusus ini berlangsung dalam rangka saling mengenal lebih dekat, baik secara personal maupun pengenalan tentang program-program IASI – Jerman maupun KJRI. Juga jajakan kemungkinan beberapa hal yang bisa dilakukan bersama secara mutualisme, namun dengan tetap memegang prinsip independensi (kemandirian) masing-masing pihak.

Kepada Pak Bambang dan Bu Eva: Kami haturkan banyak terima kasih untuk acara pertemuan spontan ini (yang hanya direncanakan sehari menjelang Jumat Agung – Karfreitag). Juga untuk suguhan santapan makan malamnya, dan terutama untuk kesempatan bertukar ide yang sangat cukup beragam itu!

Sebuah peribahasa Afrika mengatakan: “If you go alone, you go fast. If you go together, you go further”

(Jika kamu berjalan sendiri, kamu bisa berjalan cepat. Jika kamu berjalan bersama, kamu bisa berjalan lebih jauh).

(Wisma Indonesia – Hamburg, 29 Maret 2018)

** Oleh: Yanti Mirdayanti Ketua II & Divisi Pendidikan IASI

Foto bersama diakhir sesi silaturahmi IASI dan KJRI Hamburg

Selection_121

Laporan SES Jerman Tentang Program Nyata Kerjasama Pendidikan Vokasi Antara Indonesia dan Jerman Sejak 2016 Sampai 2018

(Oleh: Adam Pamma / Representatif SES Jerman di Indonesia dan Mantan Ketua IASI 2012 – 2014)

Bersama ini saya selaku Koordinator/Representatif SES Jerman di Indonesia, yang juga secara langsung terlibat dalam program kerjasama vokasi Indonesia – Jerman, hendak menyampaikan informasi tentang beberapa kegiatan nyata yang telah kami lakukan di Indonesia.

Sebelumnya, saya informasikan bahwa lembaga SES (Senior Experten Service) adalah sebuah lembaga nirlaba yang berada di bawah kementrian Kerjasama Luar Negeri Jerman.

Website/laman SES:
https://www.engagement-global.de/ses-senior-experten-service.html

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Salah satu kegiatan Senior Experts selama di Indonesia

Berikut ini saya sampaikan runtutan latar belakang kerjasama pendidikan vokasi Indonesia – Jerman dan program-program kerja nyata yang telah berlangsung sejak tahun 2016.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Kanselir Angela Merkel, maka pada akhir Juni 2016 Pak Anies Baswedan, yang waktu itu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melakukan kunjungan ke kantor SES Jerman di Bonn.

SES waktu itu ditunjuk oleh pemerintah Jerman untuk menyiapkan para tenaga ahli vokasi dalan rangka kerjasama antara Indonesia – Jerman dalam bidang pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Peran seluruh tim pengurus organisasi IASI, e.V. memang sangat luar biasa, sehingga negosiasi program kerjasama vokasi ini berjalan dengan baik.

Kemudian terjadi penandatanganan MoU antara SES Jerman dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Tenaga Kerja Indonesia.

MoU yang telah ditandatangani tersebut berlaku untuk lima tahun, yaitu sampai tahun 2021.

Tujuan dari Mou tersebut adalah untuk mengimplementasikan hasil pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Kanselir Angela Merkel mengenai kerjasama peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Yaitu melalui pengiriman para tenaga ahli SES Jerman ke sekolah-sekolah SMK di Indonesia.

Tercantum di dalam MoU bahwa pemerintah Indonesia hanya dibebani untuk menanggung biaya lokal (local cost) selama tenaga ahli SES berada/bertugas di Indonesia. Sementara itu, biaya lainnya di luar biaya lokal adalah ditanggung oleh pemerintah Jerman.

Biaya lokal yang dimaksud tersebut meliputi: biaya penginapan, biaya konsumsi, dan biaya layanan mencuci baju (laundry)

Program SES untuk bidang kerjasama vokasi Indonesia – Jerman ini telah berjalan sejak tahun 2016.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Salah satu kegiatan Senior Experts selama di Indonesia

Pada tahun 2017 SES Jerman telah mengirimkan sekitar 100 tenaga ahli vokasi ke beberapa sekolah SMK, sekolah Politeknik, juga lembaga Perguruan Tinggi di Indonesia.

Program SES untuk kerjasama vokasi ini akan tetap berjalan pada tahun 2018 ini.

Direncanakan bahwa pengiriman tenaga ahli pada tahun 2018 akan mencapai sekitar 200 orang. Semuanya dibiayai oleh pemerintah Jerman, kecuali biaya lokal seperti tersebut di atas.

Program-program yang telah dilakukan oleh tenaga ahli SES di sekolah-sekolah SMK Indonesia misalnya:

  • Training/pelatihan untuk para guru SMK mengenai sistem pembelajaran;
  • Advisory/penyuluhan untuk pengembangan jurusan logistik;
  • Training/pelatihan para tenaga di bidang CNC, PLC, arsitek, pariwisata, dll.
  • Mendukung dan membiayai proyek Pusat Pelatihan (Training Center) di Makasar untuk melatih para lulusan SMK yang dipersiapkan untuk melakukan magang di Jerman.

Dalam salah satu testimoninya, Kepala SMK 2 Tasikmalaya menyampaikan kepada saya ungkapan sebagai berikut:

“Kami, SMK 2 Tasikmalaya, sangat terbantu dengan kedatangan para tenaga ahli SES Jerman. SES telah mengubah suasana di SMK 2 Tasikmalaya dengan memberikan konstribusi yang nyata untuk pengembangan SMK 2 Tasikmalaya.”

Terakhir, ingin saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman di IASI – Jerman atas dukungannya selama ini yang terutama telah menjembatani kerjasama SES dengan pemerintah Indonesia serta lembaga-lembaga yang ada di Indonesia, termasuk perguruan tinggi dan sekolah kejuruan SMK.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program-program kegiatan kerjasama pendidikan vokasi Indonesia – Jerman ataupun ingin mengetahui tentang lembaga SES Jerman serta tertarik untuk bekerjasama dengan SES, dipersilakan mengontak saya, Adam Pamma, secara langsung via WA: +4917635168516; atau Telpon: +6282314733580, atau Inbox – Facebook.

Salam hangat, Adam Pamma (SES Representative Indonesia)

Presentasi lengkap kegiatan SES bisa di lihat di link ini:
http://iasi-germany.de/wp-content/uploads/Kegiatan%20SES%20di%20SMK.pdf

** Catatan: Tulisan ini diedit oleh Yanti Mirdayanti/IASI berdasarkan tulisan aslinya.

WhatsApp Image 2018-02-25 at 7.52.05 PM

Pameran Internasional “Vivaness” – Pameran Produk Alami/Natural Products

(oleh: Tiara Gitanyali – Divisi Ekraf IASI)

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman tentang topik “Bio/Natural Products” (Produk Alami) dalam pameran kosmetik “Vivaness” yang saya hadiri minggu lalu, 13 – 16 Februari di Nürnberg.

Pameran kosmetik internasional “Vivaness” ini telah sangat dinantikan dan dihadiri oleh berbagai perusahaan dari berbagai belahan dunia yang berkecimpung dalam bidang produk alami.

Seluruh produk yang dibawa dan dipasarkan di Eropa harus memenuhi berbagai kriteria dari lembaga Bio/Natural Products serta telah bersertifikasi.

Para pengunjung pameran kosmetik “Vivaness” juga harus memenuhi berbagai kriteria. Yaitu: Anda merupakan pelaku bisnis, pemilik retail, kritikus kuliner, pembeli, dll. Kalau bukan, maka Anda akan ditolak memasuki ruang pameran internasional ini. Setiap pembeli tiket masuk pameran (berhargs 40€) harus terlebih dahulu menyerahkan sebuah fotokopi kartu sertifikat sebagai pengusaha.

Jadi, pameran ini benar-benar mempertemukan orang-orang yang tepat di bidangnya dalam satu wadah setiap tahunnya. Bayangkan, saat ini orang-orang di belahan negara-negara maju sudah sangat sadar untuk ‘back to nature’, kembali ke produk alami.

Produk Bio/Natural Products memang berharga lebih mahal daripada produk biasa, tetapi permintaan pasar dunia saat ini begitu tinggi.

Saat menghadiri pameran “Vivaness” ini, saya bersama suami berkeliling hampir seharian. Suami menghabiskan waktu dengan mencoba semua makanan bio, juga bir gratis yang disediakan cuma-cuma oleh para eksibitor dan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Suasana ruangan pameran produk-produk alami

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Sementara itu, sebagai pemilik bisnis SPA tentu saja ketertarikan saya adalah di bidang kosmetik. Oleh karena itu, saya pun berkeliling di setiap stand, mencoba dan memperhatikan produk-produknya, serta berinteraksi dengan para peserta pameran. Ada eksibitor dari Korea, Cina, Afrika, India, Inggris, Bulgaria, Malaysia dan negara-negara Eropa lainnya.

Sayangnya, tak ada satu pun produk kosmetik bio dari Indonesia yang bisa saya temukan di pameran “Vivaness” tahun ini. Namun saya temukan misalnya produk Tanamera dari Malaysia yang tentunya juga telah mendapatkan sertifikasi internasional.

Sejauh ini saya sendiri belum mengetahui, apakah produk-produk lokal di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi internasional dan sudah terjun ke ajang pameran Bio/Natural Products international seperti ini di tempat lain?

Namun saya kira, sekaranglah saatnya yang terbaik bagi perusahaan-perusahaan kecil atau produsen ‘home made’ khusus bio/natural products dari Indonesia yang belum mendapat seritikasi internasional untuk mempelajari lebih jauh cara untuk mendapatkan sertifikasi international di Eropa. Peluang pasar masih tinggi, karena produk eksotik dan produk alami/bio masih termasuk “baru” di sini (Eropa). Mengapa tidak dicoba? Saya juga bersedia untuk bermitra bisnis dengan para pengusaha produk bio/natural products dari Indonesia.

Impian saya adalah bahwa suatu saat para pemilik SPA di Eropa mulai memakai produk buatan Indonesia (Products Made in Indonesia) yang berkriteria aman, eksotik, bio/alami, dan harganya terjangkau.

Berikut saya sertakan alamat website dan tentang tata cara menjadi eksibitor untuk tahun depan, tahun 2019:

https://www.vivaness.de/en/exhibitors/faq

Semoga pada pameran tahun 2019 ada produk bio/nature dari Indonesia yang bisa masuk Eropa/Jerman!

Nürnberg/Magdeburg, Februari 2018

(Editor: Y. Mirdayanti/IASI)

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Impian saya adalah bahwa suatu saat para pemilik SPA di Eropa mulai memakai produk buatan Indonesia – Tiara Gitanyali

DSC_0258

Peresmian Organisasi Aupair, FSJ, Azubi (AFA)

(oleh: Alvita)

Pada hari Sabtu, tanggal 3 Februari 2018, telah berlangsung acara peresmian organisasi Aupair, FSJ, Azubi (disingkat: AFA) di gedung Asien-Afrika Institut (AAI), Ruang 121, Universität Hamburg. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan jenis pekerjaan dan pendidikan yang unik dan banyak diikuti oleh orang-orang muda Indonesia di Jerman, yang ternyata masih asing di telinga pemerintah Indonesia. Hal ini pada awalnya membuat banyak orang muda tersebut merasa tidak mendapat dukungan dan informasi yang cukup dari pemerintah dalam melakukan praktik AFA di Jerman. Adapun dibentuknya organisasi khusus AFA adalah untuk mewadahi aspirasi para peserta AFA Indonesia di Jerman, juga sebagai sarana bertukar informasi dan kegiatan-kegiatan sosial bagi calon peserta AFA atau orang yang sudah terjun dalam dunia AFA.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Tarian Cendrawasih sebagai tarian pembuka, oleh Pak Rizky (Paris)

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Penjelasan singkat mengenai AFA adalah sebagai berikut:

  • Aupair : peserta pertukaran budaya sekaligus bekerja menjadi kakak asuh yang menjaga anak-anak dan tinggal bersama keluarga Jerman, mendapat kamar sendiri, uang jajan, kursus bahasa jerman, liburan, dan asuransi.
  • Freiwiliges Soziales Jahr (FSJ): sukarelawan berusia 17-27 tahun yang bekerja di bidang sosial, mendapat gaji pokok, asuransi, liburan, dan seminar.
  • Azubi: peserta sekolah sambil praktek kerja dalam berbagai bidang (sekolah vokasi), ada yang mendapat gaji, ada yang justru harus membayar sendiri(tergantung pemberi kerja). Setelah lulus bisa langsung bekerja atau boleh juga melanjutkan kuliah.

Panitia khusus untuk acara peresmian AFA di Hamburg terdiri dari Girindra, Desty, Ragil, Alvita, Lita, Cindy, dan Clara. Panitia khusus AFA ini bekerja sama dengan organisasi Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia – Jerman (IASI) sebagai koordinator utama acara dan Bidang Studi Program Indonesia/Melayu/Pasifik (Austronesistik) – Universitas Hamburg sebagai tuan rumah. IASI Jerman dipimpin olek Ketua I – Pak Yudi Ardianto dan Ketua II – Ibu Yanti Mirdayanti, Sekretaris I – Ibu Nuke Sulastari Andiani, dan Webmaster – Sdr. Alvin Rindra. AFA Jerman juga bekerja sama dengan dua penari profesional Indonesia yang khusus datang dari Paris, yaitu Ibu Lola dan Pak Rizky. Setiap anggota panitia memiliki tugas masing-masing, seperti: menyiapkan tempat, membawakan acara, menyambut tamu, menjadi pembicara, mengisi acara hiburan, mengatur bagian teknik, melakukan dokumentasi dan promosi, hingga mengundang seorang penjual khusus jajanan Indonesia dari Hamburg.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Para peserta dan perwakilan dari KJRI Hamburg

Secara keseluruhan hadir sekitar 70 tamu, termasuk 3 orang perwakilan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, 2 orang perwakilan dari Bidang Studi Indonesia/Melayu/Pasifik – Universitas Hamburg, diaspora Aupair, diaspora FSJ, diaspora Azubi, diaspora AFA yang telah bekerja di berbagai daerah di Jerman, serta beberapa tamu lainnya dari Jerman dan Skotlandia. Acara berlangsung mulai jam 12:15 sampai 16:30 yang dimulai dengan pendaftaran para tamu di meja registrasi, kemudian diikuti dengan urutan program sebagai berikut:

  • Tarian Cendrawasih sebagai tarian pembuka, oleh Pak Rizky (Paris)
  • Lagu Pembuka, oleh Cindy (AFA)
  • Pembukaan Acara, oleh Ibu Yanti Mirdayanti (IASI/Uni Hamburg) dan Ragil (AFA)
  • Kata Sambutan, oleh Pak Yudi Ardianto (Ketua I IASI)
  • Kata Sambutan, oleh Dr. Jacqueline Hicks (Bidang Studi Austronesistik, Jurusan Asia Tenggara, Universität Hamburg)
  • Kata Sambutan, oleh perwakilan KJRI Hamburg, Pak Sasongko Gudadi
  • Kata Sambutan, oleh perwakilan KJRI Hamburg, Ibu Sri Dewi Kuntarti
  • Perkenalan organisasi AFA dan studi/kuliah di Jerman, oleh Girindra (AFA)
  • Presentasi mengenai Aupair, oleh Lita (AFA)
  • Presentasi mengenai FSJ, oleh Alvita (AFA)
  • Presentasi mengenai Ausbildung, oleh Desty (AFA)
  • Presentasi mengenai bekerja setelah Ausbildung di Jerman, oleh Ragil (AFA)
  • Pemotongan Tumpeng, oleh tim Panitia AFA.
  • Istirahat 30 menit/minum/makan jajanan Indonesia, oleh Mb Djohanna
  • Tari Piring, oleh Pak Rizky dan Ibu Lola (Paris)
  • Sesi Tanya Jawab antara hadirin dan pembicara (Girindra, Litha, Alvita, Desty, Ragil)
  • Doorprize, oleh tim Panitia AFA
  • Lagu Penutup, oleh Cindy (AFA)
  • Penutupan Acara, oleh Pembawa Acara (Ibu Yanti M. dan Ragil)

Hasil yang didapatkan dari perkenalan organisasi AFA yang sekaligus juga merupakan acara temu muka dengan perwakilan KJRI Hamburg adalah pengakuan dari KJRI Hamburg (diwakili oleh Bapak Sasongko) bahwa AFA termasuk duta Indonesia yang sudah berpengalaman, namun hingga saat ini KJRI Hamburg sendiri tidak memiliki data yang lengkap mengenai jumlah orang Indonesia yang melakukan tugas sebagai AFA di wilayah kerja Jerman Utara. Hal ini terjadi karena masih banyak diaspora AFA di Jerman yang tidak tahu (belum tahu) bahwa mereka harus lapor diri ke KJRI/KBRI saat berada di Jerman. Data dari Lapor Diri merupakan media pendataan tentang masyarakat Indonesia di Jerman. Oleh karena itu, perlu dikembangkan kerja sama antara AFA dan KJRI/KBRI di Jerman. Baik pihak AFA maupun pihak KJRI/KBRI harus lebih aktif lagi menyebarkan informasi tentang pentingnya melaporkan diri di KJRI/KBRI masing-masing sesuai tempat domisili. Melalui presentasi dan sesi tanya-jawab, sesama anggota AFA mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Misalnya informasi tentang Aupair yang ingin melakukan FSJ, atau tentang bagaimana cara menghemat uang selama melakukan kegiatan AFA. Begitu juga pihak KJRI Hamburg mendapat pengetahuan lebih mendalam dan luas tentang AFA di Jerman.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Berbagai macam jajanan khas Indonesia

Panitia AFA sangat berharap agar organisasi ini berkembang dan dapat mengedukasi para calon dan pelaku AFA, serta dapat menjawab solusi bagi masalah-masalah tertentu yang berhubungan dengan AFA. Kedepannya, panitia AFA menginginkan acara informatif seperti ini diadakan lagi di kota lain oleh anggota AFA di kota tersebut. Saat ini belum ada struktur organisasi tetap, hanya panitia sementara saat acara peresmian. Perencanaan mengenai struktur dan jabatan di organisasi akan segera dilakukan.

Rasa terima kasih yang sangat besar disampaikan oleh panitia AFA kepada seluruh tamu undangan yang hadir, bahkan bagi yang telah datang dari luar kota. Terima kasih yang khusus kepada IASI – Jerman yang telah banyak membantu dari awal sampai akhir demi terlaksananya acara yang sangat penting ini. Tidak lupa juga terima kasih banyak kepada para penari, Pak Rizky dan ibu Lola yang telah datang langsung dari Paris. Khusus untuk Program Indonesia – Uni Hamburg, terima kasih sekali telah menyediakan dua ruangan di Asien-Afrika-Institut, sebagai tempat panel diskusi dan tempat istirahat/makanan/minuman!

Hamburg, Ferbruari 2018

(editor: Yanti My / IASI)

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

IASI dan AFA, Jaya!

23559709_1623084794380718_7292078548498525363_n

Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2017 di Jerman

Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 2017 di Jerman (Konferenz der Lehrenden für Indonesisch als Fremdsprache in Deutschland – 2017)

(oleh: Yanti Mirdayanti)

Pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 3 dan 4 November 2017, telah berlangsung sebuah Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di HTWG Konstanz, sebuah perguruan tinggi di Jerman bagian selatan. Lokakarya yang berlangsung dengan sangat lancar dan sukses tersebut dikoordinasi oleh “Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing – (APPBIPA) Cabang Jerman“ periode 2016 – 2020. Untuk perencanaan dan pelaksanaannya juga melibatkan panitia kecil dari program Indonesia – HTWG Konstanz yang terdiri dari para mahasiswa dan para stafnya.

Kepengurusan APPBIPA- Jerman periode 2016 – 2020 terdiri dari: Ketua I – Andi Nurhaina (HTWG Konstanz), Wakil Ketua – Yanti Mirdayanti (Universität Hamburg), Sekretaris – Sein Brustle (Universität Freiburg), dan Bendahara – Hendy Holzwart (Universität Frankfurt). Pelantikan resmi pengurus intinya telah dilakukan pada hari kedua lokakarya melalui daring Skype dengan dipandu oleh Ketua APPBIPA Pusat di Jakarta, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd.

Dengan demikian, lokakarya ini merupakan yang pertama sejak APPBIPA Jerman dibentuk pada bulan Oktober 2016. Dalam proses persiapan dan pelaksanaannya APPBIPA Jerman bekerjasama dengan APPBIPA Pusat di Jakarta dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin – Jerman, terutama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Para peserta lokakarya menyimak penyampaian makalah dengan seksama

Selain diikuti oleh para pengajar BIPA dari berbagai perguruan tinggi di Jerman (Universität maupun Fachhochschule), lokakarya ini juga diikuti oleh para pengajar dari beberapa sekolah bahasa di Jerman (VHS/Volkhochschule maupun Kursus Privat). Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pengurus Pusat APPBIPA Jakarta, Dr. Ari Kusmiatun yang juga melakukan tugas pendampingan BIPA di HTWG Konstanz untuk beberapa bulan. Hadir juga sastrawan dan wartawan surat kabar Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo yang kebetulan sedang menjalani program residensi sastra di Berlin selama tiga bulan atas beasiswa penuh dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Demikian pula Duta Besar RI untuk Jerman, Dr. -Ing. Fauzi Bowo, dan Atdikbud KBRI, Dr. rer. nat Ahmad Saufi, telah berkenan hadir pada hari kedua lokakarya.

Pada hari pertama, lokakarya berlangsung mulai pukul 15.00 dan berakhir pada pukul 17:30. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Helmut Weber (Penanggung Jawab Regional Asia Tenggara, Program Studi Bahasa dan Perekonomian Asia dan Majemen, HTWG Konstanz) dan Andi Nurhaina selaku Ketua APPBIPA – Jerman. Kemudian disambung dengan penyampaian beberapa makalah sebagai berikut:

  • Sosialisasi APPBIPA oleh Dr. Ari Kusmiatun (Universitas Negeri Yogyakarta dan Pengurus Pusat APPBIPA). Topik: APPBIPA sebagai Wadah Pemersatu Para Pejuang BIPA.
  • Makalah oleh Yanti Mirdayanti (Universität Hamburg). Topik: Pengajar BIPA sebagai Duta Diplomasi Budaya.
  • Makalah oleh Inna Herlina (VHS Berlin). Topik: Bahasa Indonesia dan Komunikasi Antarbudaya.
  • Makalah oleh Hedy Chandra-Holzwarth (Universität Frankfurt). Topik: Beberapa Ide untuk Mengembangkan Kosakata.

Pada hari kedua, lokakarya berlangsung sehari penuh, dari pukul 9.00 pagi sampai dengan pukul 17.00. Dubes Fauzi Bowo dan Atdikbud Ahmad Saufi dari KBRI Berlin turut memberikan sambutannya. Beberapa makalah dan workshop yang disampaikan adalah sebagai berikut:

  • Makalah oleh Ari Kusmiatun (PPSDK, Badan Bahasa Jakarta). Topik: Evaluasi dalam Pembelajaran BIPA (UKBI atau UKBIPA).
  • Makalah oleh Sylvia Seiler-Budiman (VHS Karlsruhe). Topik: Audio Visual dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Negara yang Berbahasa Jerman (Jerman, Austria, Swiss).
  • Makalah dari Kuala-Lumpur melalui daring Skype oleh Manuel Denner (Alumnus HTWG Konstanz). Topik: Pengalaman Belajar BIPA.
  • Makalah/Workshop oleh Dyah Narang-Huth (IKAT). Topik: Penggunaan Bahan Ajar Autentik dalam Pengajaran BIPA.
  • Makalah oleh Christa Saloh-Förster (Universität Bonn). Topik: Program BIPA di Universität Bonn.
  • Makalah oleh Triyanto Triwikromo (Penulis dan Wartawan ‘Suara Merdeka’). Topik: Perihal Martabat Bahasa, Sastra Indonesia Mutakhir, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing.
  • Sambutan oleh Dubes RI untuk Jerman, Dr. –Ing. Fauzi Bowo.
  • Diskusi dipandu oleh Atdikbud, Dr. Ahmad Saufi. Topik: Peluang Kerjasama Penerjemahan.
  • Pelantikan Pengurus APPBIPA Cabang Jerman 2016 – 2020 oleh Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. (Ketua Umum APPBIPA Pusat – Indonesia).
  • Rembuk Bersama APPBIPA Cabang Jerman, dipandu oleh Andi Nurhaina (Ketua PPBIPA – Jerman). Topik Diskusi: Program Empat Tahun Kepengurusan APPBIPA – Jerman.

Salah satu dari beberapa hasil penting dari rembuk bersama Lokakarya tanggal 3 – 4 November 2017 ini adalah kesepakatan pelaksanaan Lokakarya Pengajar BIPA berikutnya yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 dengan bertempat di Rumah Budaya Indonesia di Berlin. Hal ini telah disetujui oleh pihak KBRI di Berlin dan telah disampaikan sebagai laporannya ke Jakarta.

23755391_1623084764380721_5244559784487513550_n

Foto bersama di akhir sesi lokakarya

APPBIPA – Jerman bertekad untuk terus menjalin kerjasama dan membina jaringan kerja yang erat antara seluruh pengajar dan pegiat BIPA di Jerman dan tentunya dengan pihak APPBIPA Pusat di Indonesia. Berbagai program konkret akan terus dikembangkan demi suksesnya program pengajaran BIPA di Jerman sebagai medium dan motor utama promosi bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional.

APPBIPA – Jerman berterima kasih banyak kepada seluruh peserta lokakarya dan semua pihak (HTWG Konstanz, KBRI Berlin, APPBIPA Jakarta) yang telah mendukung lancarnya perencanaan dan pelaksanaan Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Jerman, 3 – 4 November 2017.

Top