FB_IMG_1531114948144

Pertemuan AFA dengan Konsulat Jendral Dr. Bambang Susanto

(Oleh: Lita Rengga Asmara / AFA)

Tema seputar program Au Pair, Freiwillig Soziales Jahr (FSJ) dan Ausbildung di Jerman semakin menarik banyak minat kaula muda Indonesia.

Untuk itu, sebuah komunitas di Jerman bernama AFA (Au Pair, FSJ dan Ausbildung) sebagai wadah organisasi yang menampung pendapat serta informasi seputar program tersebut, ingin lebih melebarkan sayapnya, baik di Jerman maupun di Indonesia.

Tujuannya adalah agar organisasi AFA – Jerman semakin banyak dikenal masyarakat luas, terutama untuk membantu anak muda Indonesia mendapatkan akses informasi tentang tema-tema terkait. Juga sebagai wadah untuk saling bertukar pendapat, serta saling bertanya dan merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Maka, belum lama ini satu langkah berikutnya telah dilakukan oleh AFA – Jerman. Pada hari Jum’at, 29 Juni 2018, tiga orang perwakilan AFA, yaitu Girindra Puspa, Lita Asmara dan Fatima Tuzzaroh berkunjung ke Konsulat Jenderal Republik Indoensia (KJRI) di Hamburg untuk mengadakan pertemuan dengan Konsul Jenderal, Dr. Bambang Susanto. Maksud dan tujuan dari diadakannya pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan organisasi AFA kepada perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Jerman. Juga untuk membagikan pengalaman tentang kegiatan AFA selama ini, serta saling bertukar pikiran dengan pihak perwakilan RI, khususnya di Hamburg.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut juga dihadiri dan didampingi oleh dua orang perwakilan dari Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman (IASI), yaitu Ketua I, Bapak Yudi Ardianto, dan Ketua II, Ibu Yanti Mirdayanti. Sejak pembentukan organisasi AFA hingga saat ini peran dan dukungan IASI – Jerman memang sangat penting.

Perwakilan AFA memperkenalkan organisasi yang baru dibentuk dan diresmikan pada Januari 2019 tersebut, agar organisasi ini nantinya mendapatkan pengakuan resmi dari perwakilan pemerintah Indonesia yang bertugas di Jerman.

Dalam pertemuan tersebut, pihak AFA dan IASI menyalurkan pendapat mereka tentang pentingnya AFA sebagai organisasi besar yang anggotanya kini telah tersebar di berbagai peloksok di Jerman. Juga dibicarakan tentang bagaimana perwakilan pemerintah Indonesia di Jerman dapat bekerjasama memberikan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan maupun kebutuhan-kebutuhan yang mungkin diperlukan para kaula muda diaspora AFA – Jerman.

Diharapkan, pertemuan AFA dan IASI berikutnya bisa berlangsung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman di KBRI – Berlin.

(Editor: Y. Mirdayanti, Ketua II IASI – Jerman / Divisi Pendidikan)

44489212_403

Panel Diskusi “Kerukunan Beragama di Sulawesi Utara” dan “Program SES di Indonesia”

Suasana Acara Panel Diskusi “Kerukunan Beragama di Sulawesi Utara” dan “Program SES di Indonesia” di Universität Hamburg, pada hari Sabtu, 30 Juni 2018.

Penyelenggara:

IASI – Jerman dan Austronesistik – Uni Hamburg. Berkolaborasi dengan UNSRAT – Menado, UKI – Tomohon/Minahasa, PCINU – Jerman dan SES – Indonesia.

Diskusi panel sehari IASI yang telah berlangsung hari Sabtu 30 Juni 2018 lalu juga dikunjungi oleh Deutsche Welle. Simak liputannya!

https://www.dw.com/id/fokus-indonesia-di-uni-hamburg-toleransi-beragama-dan-kerjasama-bilateral-pendidikan-vokasi/a-44488848

http://news.detik.com/read/2018/07/03/084213/4095183/1779/toleransi-beragama-indonesia-jadi-sorotan-di-universitas-hamburg

Dokumentasi:


36603031_1869773679711827_2783337037728579584_n

36641800_1869773616378500_5899148485977964544_n

36639866_1869773469711848_6180968026439942144_n

36451504_10156271380781590_121226078994825216_n
36137090_1853240318031830_4699347220061749248_o

IASI dan BUGI menampilkan Paramabira dan Angklung Hamburg

Universitas Hamburg, Sabtu, 23 Juni 2018 13:30-17:00

Acara pertunjukan musik koor Paramabira dari Jakarta yang berkolaborasi dengan Angklung Hamburg Orchestra (AHO) berlangsung sukses. Tapi siang itu kita tidak hanya bermusik saja, Program kerjasama BUGI (Bildung und Gesundheit fuer Indonesien, Pendidikan dan Kesehatan untuk Indonesia) dan IASI dengan institusi di Indonesiapun juga dipresentasikan. Diharapkan, siapapun yang ingin ikut berkontribusi terhadap program-program IASI dan BUGI bisa disampaikan ke kotak sumbangan yang sudah disediakan. Kontribusi lain dalam bentuk keterlibatan proyek langsung pun juga sangat diharapkan.

Sesuai jadwal, pintu ruangan dibuka resmi pukul 13:30 dan pengunjung bisa memulai mencicipi menu makan siang dan jajanan khas Indonesia. Tepat jam 14 acara dibuka oleh MC kita mBak Yanti My yang juga merupakan dosen bahasa Indonesia di Uni hamburg sekaligus menjabat sebagai ketua 2 IASI. Acara dilanjutkan dengan kata pembuka yang disampaikan oleh Prof. Jan van der Putten selaku Kepala bidang studi Indonesia/Melayu Universitas Hamburg. Sambutan kedua disampaikan oleh Pak Gudadi Bambang Sasongko mewakili pihak KJRI. Mas Tommy Pratomo Adi Nugroho dari fungsi Pensosbud-KJRI pun juga menyempatkan diri untuk hadir.

Acara intipun dimulai dengan penampilan beberapa lagu oleh grup Angklung Hamburg yang mulai menghangatkan suasana ditengah cuaca gerimis dan sedikit berangin itu.

Yudi Ardianto, ketua 1 IASI dalam kesempatan ini kemudian mempresentasikan rencana proyek pemberdayaan masyarakat di desa Merabu, Kalimantan Timur. Proyek ini bertujuan memberdayakan dan membentuk teknisi-teknisi dan wirausaha handal desa khususnya dalam mengelola sumber energi terbarukan/ panel tenaga surya.

Seusai paparan IASI, para pengunjung diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati jajanan khas Indonesia.

Selepas istirahat, mas Aci Siddharta selaku ketua BUGI memaparkan proyek di Semarang yang bekerja sama dengan organisasi setempat LPUBTN (Lembaga Pendamping Usaha Tani dan nelayan) yang bertujuan untuk membangun MCK (Mandi, Cuci, Kakus) komunal dan reaktor biogas untuk warga Tambak Lorok, Semarang.

Di sesi terakhir tampillah Paramabira. Meskipun datang hanya dengan 10 personil, berkat pembagian suara yang tepat, musik a capella dan sesekali diiringi dengan 1 alat perkusi, mereka bisa menampilkan alunan lagu yang memukau penonton. Sesuai dengan tema hari ini yaitu Bhineka tunggal ika, lagu-lagu bernuansa religi, satu lagu tua berbahasa plat deutsh Jerman dan ditutup dengan lagu khas dari pulau Flores sangat indah dilantunkan.

Diujung acara, lagu “When You Believe” diampilkan bersama oleh Paramabira dan AHO. Meskipan kabarnya mereka belum pernah latihan bersama, kolaborasi dadakan inipun sangat indah dibawakan.

IASI dan BUGI mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mensuskseskan acara ini: AAI Uni Hamburg, KJRI Hamburg dan tentu saja Paramabira dan AHO.

Selection_201

Dalam Keragaman bersama PARAMABIRA

(oleh. Y. Mirdayanti / Ketua II IASI – Jerman)

Luar biasa!

Merinding mendengarkan lagu ini.

Bunyi “Allahu Akbar” begitu agung dan memesona, indah dan berwibawa, saat tim Paramabira dari Jakarta membawakannya.

Perlu diketahui bahwa dari kesepuluh anggota paduan suara Paramabira yang tampil ini: satu orang beragama Islam, satu orang beragama Hindu, dan sisanya yang delapan orang beragama Katolik.

Dalam acara ‘Bhinneka Tungal Ika – Kebersamaan dalam Keberagaman’ yang sukses dikoordinasi oleh BUGI – IASI – dan Austronesistik/Uni Hamburg itu, paduan suara dari Jakarta ini menyanyikan beberapa lagu yang bernafaskan jiwa keragaman agama di Indonesia, sebagai simbol salah satu aspek keragaman Nusantara.

Selain itu, ada pula lagu-lagu dari kategori lainnya. Diantaranya, sebuah lagu ceria dari Flores dan sebuah lagu berbahasa Jerman tua dari daerah utara (juga dipakai di Belanda), bernama bahasa ‘Plattdeutsch’ atau ‘Niederdeutsch’.

Yang lagu ‘Allahu Akbar’ berikut ini adalah salah satu lagu yang ditampilkan di antara sekian lagu yang diaransemen dengan luar biasa jeniusnya.

Simaklah penampilan grup Paramabira yang kemarin dipimpin oleh Agnis Hapsari dari Hannover ini!

Merinding sekali para hadirin dibuatnya!

– Universitas Hamburg, 23 Juni 2018 –

Kerjasama Kolaborasi:

#BUGI, e.V.

#IASI, e.V.

#AustronesianStudies

https://www.bugi-ev.org/

http://iasi-germany.de/de/

Video di FB fanpage IASI: https://www.facebook.com/441502822538927/videos/1852960094726519/
34704439_1831011983587997_1375080659382435840_n

Panel Discussion: “New Program of SES (Senior Experts Service) Germany in Indonesia”

Panel Discussion

Saturday, 30th June 2018

Asien-Afrika-Institut, Room 121 (Ost-Flügel), Universität Hamburg

Edmund-Siemers-Alle No. 1, 21046 Hamburg

Open to Public !

14.30 – 17.00

“New Program of SES (Senior Experts Service) Germany in Indonesia: A Professional Opportunity for Indonesian Diaspora in Germany”

Speakers:

- Adam Pamma, SES Representative in Indonesia

- Prof. Dr.-Ing Hendro Wicaksono, Jacobs University, Bremen

- Prof. em. Dr. Friedhelm Eicker, bbw – Beruf Bildung Wissenschaft, Ostseebad Nienhagen

Organised by:

Indonesian/Malay Studies (Austronesistik), Universität Hamburg

Association of Indonesian Professionals and Scholars in Germany (IASI, e.V.)

In cooperation with:

SES (Senior Experts Service) Bonn

34756944_1830988883590307_4459680704845840384_n

Panel Discussion: “Religious Harmony in Multicultural Societies”

Panel Discussion

=============

Saturday, 30th June 2018

Asien-Afrika-Institut, Room 121 (Ost-Flügel), Universität Hamburg

Edmund-Siemers-Alle No. 1, 21046 Hamburg

Open to Public !

11.00 – 13.30

“Religious Harmony in Multicultural Societies: An Indonesian View from North Sulawesi Experience”

Speakers:

Dr. Richard A.D. Siwu, Ph.D, Christian University of Indonesia in Tomohon

Prof. Dr. Margaretha Liwoso, Sam Ratulangi University – Manado

Mu’ammar Zayn Qadafy, M.A., Doctoral Study at Albert-Ludwig University – Freiburg

Organised by:

Indonesian/Malay Studies (Austronesistik), Universität Hamburg

Association of Indonesian Professionals and Scholars in Germany (IASI, e.V.)

In cooperation with:

Sam Ratulangi University – Manado

Christian University of Indonesia in Tomohon – UKIT

Nahdlatul Ulama (NU) Special Branch of Germany

34875726_1830848776937651_3530670254994751488_n

Musikalische Darbietung: Gemeinsam in Vielfalt

BUGI – Bildung und Gesundheit für Indonesien und IASI-Germany präsentieren:

MUSIKALISCHE DARBIETUNG: GEMEINSAM IN VIELFALT (BHINNEKA TUNGGAL IKA)

Samstag, den 23. Juni 2018

Ort: Westflügel Gebäude, Raum 221, Universität Hamburg

Edmund-Siemers-Allee 1, 20146 Hamburg

Einlass ab 13:30 Uhr

Eintritt frei, um Spende für die Entwicklungsprojekte in Indonesien wird gebeten

Programm:

13:30 – 14:00 Einlass

14:00 – 14:10 Eröffnung (MC)

14:10 – 14:20 Begrüßung (Uni Hamburg – Prof. Jan van der Putten)

14:20 – 14:30 Begrüßung (KJRI Hamburg – Generalkonsul, t.b.c)

14:30 – 14:40 Kurze Vorstellung über PARAMABIRA

14:40 – 15:10 PARAMABIRA Choir aus Jakarta

15:10 – 15:30 Pause (Köstlichkeiten mit sehr günstigem Preis sind vorhanden; Getränke ist frei)

15:30 – 15:45 Begrüßung und Presentation (IASI – Yudi Ardianto)

15:45 – 16:00 Begrüßung und Presentation (BUGI – Anindya Siddharta)

16:00 – 16:10 kurze Vorstellung über ANGKLUNG HAMBURG ORCHESTRA 16:10 – 16:40 ANGKLUNG HAMBURG ORCHESTRA

16:40 – 17:00 PARAMABIRA und AHO

17:30 ENDE

WhatsApp Image 2018-04-27 at 10.44.25 AM

DIALEGTIKA KE 2 TAHUN 2018 PPI HAMBURG: MIKROALGA

LAPORAN NOTULENSI

DIALEGTIKA KE 2 TAHUN 2018 PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI HAMBURG

MIKROALGA

Pada hari Jumat, 13 April 2018, pukul 15.30 s/d 17.30, telah berlangsung program Dialegtika kedua yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Hamburg, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Indonesia (IASI) Jerman dan Program Studi Indonesia/Melayu, Universitas Hamburg. Kegiatan diselenggarakan di Gedung Institut Asia Afrika, Universitas Hamburg, ruang 232.

Dialegtika merupakan kegiatan diskusi ilmiah yang diselenggarakan secara rutin sejak kepengurusan PPI tahun 2017. Di bawah kepengurusan PPI tahun 2018 ini kegiatan Dialegtika diadakan setiap dua bulan sekali. Untuk setiap kegiatan Dialegtika PPI menghadirkan narasumber Indonesia, khususnya dari Hamburg, baik yang sedang studi di perguruan tinggi di Hamburg maupun para tenaga ahli/profesional Indonesia yang bekerja di Hamburg.

Dalam kesempatan Dialegtika bulan April 2018 ini Konsul Jenderal RI di Hamburg, Bapak Dr. Bambang Susanto, berkenan pula hadir dan memberikan sambutan singkatnya. Atas nama KJRI Hamburg beliau menyatakan dukungan penuhnya atas terselenggaranya program Dialegtika dan program-program lainnya yang dilakukan atas inisiatif komunitas diaspora Indonesia di Hamburg pada umumnya. Beliau juga menekankan bahwa sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, Indonesia berperan sangat penting, baik di komunitas ASEAN maupun dunia. Berlakunya EAC (ASEAN Economic Community) merupakan integrasi sekaligus kompetisi sesama negara-negara anggota ASEAN. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang harus disambut baik oleh Indonesia. Untuk itu, Bapak Konjen mengingatkan pula bahwa peran para mahasiswa Indonesa di luar negeri menjadi semakin penting. Diharapkan bahwa sekembalinya ke Indonesia para lulusan Indonesia ini akan bisa turut berkontribusi dalam meningkatkan daya saing SDM Indonesia.

Konsul Jenderal RI di Hamburg, Bapak Dr. Bambang Susanto, sedang memberikan sambutan   

Diskusi Dialegtika kali ini mengundang Dr. Rahmania Darmawan sebagai narasumber yang baru saja menyelesaikan studi doktoral di Universitas Hamburg. Fokus risetnya adalah tentang pengembangan Mikroalga dengan memanfaatkan air limbah dari rumah tangga. Penelitiannya dilakukan oleh Dr. Rahmania selama kurang lebih 4,5 tahun dan menghasilkan sebuah disertasi Doktor yang berjudul “Growth optimization of Acutodesmus obliquus in anaerobic digested domestic wastewater: advantages and limitations”, sedangkan judul dari presentasi kali ini adalah: “Mikroalga: Keanekaragaman dan Pemanfaatannya bagi Lingkungan dan Manusia”.

Salah satu aktivitas dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rahmania adalah menemukan cara yang optimal untuk budidaya/kultivasi satu jenis mikroalga dengan menggunakan media air limbah rumah tangga. Limbah yang digunakan terbagi menjadi dua jenis, yaitu, black water yang merupakan air limbah yang berasal dari toilet dan grey water yang merupakan limbah hasil aktivitas mandi dan pencucian.

Manfaat dari proses kultivasi alga ini juga bisa menghasilkan air limbah yang lebih bersih karena menurunnya kadar Nitrogen dan Fosfor. Air bersih yang dihasilkan bisa dimanfaatkan antara lain untuk kebutuhan air toilet dan untuk menyiram tanaman.

Dalam pemaparannya, pertama dibahas tentang pengertian mendasar mengenai alga, yang terdiri dari makroalga dan mikroalga, tentang berbagai jenis alga yang ada, juga tentang tempat tumbuh dan berkembangnya alga. Dipaparkan bahwa alga dapat tumbuh di tiga tempat yaitu; air tawar, air laut dan juga terestrial.

Ada pun penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama adalah dalam skala laboratorium. Tahap kedua kedua dilakukan dalam skala lebih besar dan kompleks karena multidisiplin yang menuntut terlibatnya beberapa bidang keahlian, seperti para ahli di bidang biologi, teknik mesin, proses Industri (Bioverfahrenstechnik) dan lain lain. Tahap up-scaling ini adalah bagian dari proyek besar, yaitu tahap penelitian dan pengembangan di Algen Haus Wilhelmsburg – Hamburg. Selama masa proses penelitian beberapa pihak terkait di Hamburg turut terlibat, diantaranya: Universitas Hamburg, pemerintah daerah Hamburg, dan beberapa lembaga swasta yang ada di Hamburg dan sekitarnya.

Presentasi dari Dr. Rahmania Darmawan tentang pengembangan Mikroalga dengan memanfaatkan air limbah dari rumah tangga.   

Tujuan umum penelitian adalah: 1.Menghasilkan biomassa alga secara optimal tanpa menggunakan pupuk buatan; 2.Mengurangi konsentrasi nutrien pada limbah rumah tangga. Hal ini menarik untuk diteliti karena selain akan mengurangi limbah rumahan yang dihasilkan dalam gedung, limbah tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk kultivasi alga. Untuk selanjutnya, alga yang dikultivasi dapat dimanfaatkan untuk misalnya produk-produk yang berupa hydrogen dan biodiesel. Kultivasi alga dengan limbah harus dilakukan dengan sistem kontrol agar tidak terjadi kontaminasi dalam alga tersebut.

Selama sesi tanya jawab, banyak pertanyaan bermunculan dari para peserta. Misalnya: tentang parameter-paramater apa saja yang penting dalam proses tumbuh kembang mikroalga, atau juga tentang dari mana asal indukan/bibit atau pre-culture bisa didapat. Pada sesi tanya jawab ini juga ditanyakan mengenai aplikasi dari penelitian ini di Indonesia. Menurut Dr.Rahmania, teknologi maupun sistem baru yang kita pelajari di luar negeri tidak harus persis sama diterapkan di Indonesia karena berbagai kondisi dapat berbeda. Namun yang perlu diupayakan di tanah air adalah: 1.Mengetahui permasalahan yang ada; 2.Mencari solusi teknologi berdasarkan kemampuan bangsa Indonesia terlebih dahulu secara mandiri (seoptimal mungkin memanfaatkan ahli maupun fasilitas yang ada di Indonesia). Kerjasama dengan luar negeri juga memungkinkan untuk dilaksanakan jika situasinya sesuai serta dapat memberikan manfaat secara berimbang bagi kedua belah pihak.

Suasana ruang di Gedung Institut Asia Afrika, Universitas Hamburg, ruang 232, yang dihadiri oleh sekitar 25 peserta.   

Acara yang dihadiri oleh sekitar 25 orang ini ditutup dengan foto bersama. Tidak lupa diselingi tawaran icip-icip kecil dan minuman alakadarnya. Terima kasih kepada KJRI Hamburg yang telah menyumbang sebagian icip-icipnya!

** Tulisan di atas disusun bersama oleh PPI Hamburg dan IASI Jerman

Top