15229661205ac69e687c482

Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur” di Hamburg/Jerman

Berikut adalah tulisan tentang Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur” dari Yogyakarta/Indonesia di Hamburg/Jerman pada hari Selasa malam, tanggal 3 April 2018.

Misi utama pagelaran seni di Eropa ini adalah persahabatan, perdamaian, dan kerukunan antar umat dari berbagai bangsa.

IASI – Jerman bekerjasama dengan PCINU Jerman dan KJRI Hamburg bahu membahu turut merealisasikan acara pagelaran seni yang luar biasa menakjubkan ini.

Tulisan ini dimuat di website IASI atas ijin dari penulisnya di tim “Ki Ageng Ganjur”.

Salam,

Tim Kerja IASI, e.V. 2017 – 2019

https://www.nu.or.id/post/read/88314/ki-ageng-ganjur-tampil-memukau-di-hamburg

29594709_1762249160464280_4376349839115421990_n

Perpisahan dengan tim Dewan Pertimbangan Presiden

IASI – Jerman turut menghadiri acara perpisahan dengan tim dari Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) di Wisma Indonesia – Hamburg.

Konsul Jenderal KJRI Hamburg, Dr. Bambang Susanto, sebagai tuan rumah di Wisma Indonesia menyambut kedatangan Dewan Pertimbangan Presiden, Bapak Suharso Monoarfa.

Tim Wantimpres akan melanjutkan perjalanan kerjanya ke beberapa tempat di Belanda, diantaranya ke Den Haag dan Rotterdam.

(Minggu, 31 Maret 2018)

29872650_1762244463798083_7198466420867222072_o

Jumpa & Dialog dengan Dewan Pertimbangan Presiden

Jumpa & Dialog

————————-

IASI – Jerman

PPI – Hamburg

Bersama Suharso Monoarfa dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan para staf dari timnya.

Mereka sedang melakukan perjalanan dinas kerja beberapa hari di Jerman dan Belanda.

Untuk detail program kerja tim selama kunjungan kerjanya di Eropa Barat ini, bisa ditanyakan langsung kepada pihak KJRI.

Hamburg, Sabtu, 30 Maret 2018

—————-

Info tentang pelantikan keseluruhan tim Wantimpres tahun 2015:

https://m.detik.com/news/berita/2807093/ini-profil-9-anggota-wantimpres-yang-baru-dilantik-jokowi

29352259_1759841814038348_9045017781422784702_o

Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur”

IASI – Jerman bekerjasama dengan Nadhlatul Ulama (PCINU) Jerman dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg akan menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya Indonesia bersama:

Grup musik “Ki Ageng Ganjur” dari Yogyakarta/Indonesia


Yang akan berlangsung pada:

Hari: Selasa
Tanggal: 3 April 2018
Pukul: 18.00
Tempat: KJRI – Hamburg


Pagelaran seni budaya di Hamburg ini merupakan bagian dari program pagelaran budaya “Ki Ageng Ganjur” di Eropa Barat, khususnya di Belanda, Belgia, dan Jerman.

Tujuan pagelaran seni budaya ini adalah untuk:

“Mempromosikan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan kedamaian melalui kombinasi aransemen musik etnik, moderen, dan religius”.


Grup musik “Ki Ageng Ganjur” dihadirkan langsung dari Indonesia atas dukungan:

1) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan;
2) Kementrian Luar Negeri;
3) Badan Ekonomi Kreatif;
4) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU).


Pagelaran Seni Budaya “Ki Ageng Ganjur” dipimpin oleh Dr. Zastrouw Al-Ngatawi.

Acara pagelaran ini terbuka untuk umum. Dimohon hadir paling lambat 30 menit sebelum acara dimulai.

IASI Default

Klarifikasi/Press Release atas tulisan “I Don’t Trust Him Anymore”

Klarifikasi/Press Release

====================

Dengan ini kami hendak menegaskan bahwa tulisan “I Don’t Trust Him Anymore” yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dan telah tersebar secara viral di media sosial adalah ditulis oleh mantan Ketua IASI – Jerman periode 2014 – 2016.

Sebagai informasi, Ketua I IASI – Jerman yang sekarang (Periode 2017 – 2019) adalah Sdr. Yudi Ardianto, yang bekerjasama secara erat dengan Ketua II merangkap Divisi Pendidikan, Yanti Mirdayanti, serta anggota pengurus inti lainnya. Bisa dilihat di website IASI:

http://www.iasi-germany.de

Perlu ditekankan sekali lagi bahwa IASI, e.V. – Jerman adalah organisasi Indonesia resmi di Jerman yang bersifat Non-Profit (Nirlaba) dan Non-Partisan !!!

Artinya, semua pendapat yang bersifat politis adalah pendapat pribadi masing-masing, bukan pendapat IASI – Jerman secara organisasi.

Klarifikasi ini dibuat supaya para pembaca di Indonesia dan di mana pun berada tidak salah faham tentang kepengurusan IASI yang mana yang dimaksud oleh si penulis dalam tulisan yang ditujukan kepada Presiden Jokowi tersebut.

Berdasarksn informasi yang kami peroleh, tulisan tersebut telah menyebar dengan viral di media sosial selama beberapa hari terakhir, sehingga beberapa orang pembaca bertanya kepada kami tentang keabsahan tulisan tersebut.

Maka dengan ini, kami sebagai pengurus IASI periode sekarang, 2017 – 2019, menegaskan bahwa kami tidak turut bertanggungjawab atas konten tulisan tersebut.

Demikian, klarifikasi ini kami buat dengan sesungguhnya.

Salam Damai, Tim Kerja IASI Periode 2017 – 2019

(Hamburg, 29 Maret 2018)

29542992_1758812870807909_451558636923219380_n

A meeting of the representatives of the IASI, e.V. – Germany 2017 – 2019

A meeting of the representatives of the IASI, e.V. – Germany 2017 – 2019 with

1) the new Consul General of the General Consulate of the Republic of Indonesia (KJRI) in Hamburg, Dr. Bambang Susanto.

2) the Head of Indonesian Women’s Association (Dharma Wanita Persatuan) in Hamburg, Ms. Eva Maria Bambang Susanto

3) the Head of Public Relations and Culture (Koordinator Fungsi Pensosbud/Konsul), Ms. Sri Dewi Kuntarti.

(Wisma Indonesia – Hamburg, 29 March 2018)

______________________________

Acara silaturahmi khusus beberapa dari keseluruhan tim pengurus IASI – Jerman periode 2017 – 2019 dengan:

– Konsul Jenderal baru KJRI Hamburg, Dr. Bambang Susanto;

– Ketua Dharma Wanita Persatuan Hamburg, Ibu Eva Maria Bambang Susanto

– Atase Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan, Ibu Sri Dewi Kuntarti.

Pertemuan dan silaturahmi khusus ini berlangsung dalam rangka saling mengenal lebih dekat, baik secara personal maupun pengenalan tentang program-program IASI – Jerman maupun KJRI. Juga jajakan kemungkinan beberapa hal yang bisa dilakukan bersama secara mutualisme, namun dengan tetap memegang prinsip independensi (kemandirian) masing-masing pihak.

Kepada Pak Bambang dan Bu Eva: Kami haturkan banyak terima kasih untuk acara pertemuan spontan ini (yang hanya direncanakan sehari menjelang Jumat Agung – Karfreitag). Juga untuk suguhan santapan makan malamnya, dan terutama untuk kesempatan bertukar ide yang sangat cukup beragam itu!

Sebuah peribahasa Afrika mengatakan: “If you go alone, you go fast. If you go together, you go further”

(Jika kamu berjalan sendiri, kamu bisa berjalan cepat. Jika kamu berjalan bersama, kamu bisa berjalan lebih jauh).

(Wisma Indonesia – Hamburg, 29 Maret 2018)

** Oleh: Yanti Mirdayanti Ketua II & Divisi Pendidikan IASI

Foto bersama diakhir sesi silaturahmi IASI dan KJRI Hamburg

Selection_121

Laporan SES Jerman Tentang Program Nyata Kerjasama Pendidikan Vokasi Antara Indonesia dan Jerman Sejak 2016 Sampai 2018

(Oleh: Adam Pamma / Representatif SES Jerman di Indonesia dan Mantan Ketua IASI 2012 – 2014)

Bersama ini saya selaku Koordinator/Representatif SES Jerman di Indonesia, yang juga secara langsung terlibat dalam program kerjasama vokasi Indonesia – Jerman, hendak menyampaikan informasi tentang beberapa kegiatan nyata yang telah kami lakukan di Indonesia.

Sebelumnya, saya informasikan bahwa lembaga SES (Senior Experten Service) adalah sebuah lembaga nirlaba yang berada di bawah kementrian Kerjasama Luar Negeri Jerman.

Website/laman SES:
https://www.engagement-global.de/ses-senior-experten-service.html

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Salah satu kegiatan Senior Experts selama di Indonesia

Berikut ini saya sampaikan runtutan latar belakang kerjasama pendidikan vokasi Indonesia – Jerman dan program-program kerja nyata yang telah berlangsung sejak tahun 2016.

Dalam rangka menindaklanjuti hasil pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Kanselir Angela Merkel, maka pada akhir Juni 2016 Pak Anies Baswedan, yang waktu itu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melakukan kunjungan ke kantor SES Jerman di Bonn.

SES waktu itu ditunjuk oleh pemerintah Jerman untuk menyiapkan para tenaga ahli vokasi dalan rangka kerjasama antara Indonesia – Jerman dalam bidang pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Peran seluruh tim pengurus organisasi IASI, e.V. memang sangat luar biasa, sehingga negosiasi program kerjasama vokasi ini berjalan dengan baik.

Kemudian terjadi penandatanganan MoU antara SES Jerman dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Tenaga Kerja Indonesia.

MoU yang telah ditandatangani tersebut berlaku untuk lima tahun, yaitu sampai tahun 2021.

Tujuan dari Mou tersebut adalah untuk mengimplementasikan hasil pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Kanselir Angela Merkel mengenai kerjasama peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Yaitu melalui pengiriman para tenaga ahli SES Jerman ke sekolah-sekolah SMK di Indonesia.

Tercantum di dalam MoU bahwa pemerintah Indonesia hanya dibebani untuk menanggung biaya lokal (local cost) selama tenaga ahli SES berada/bertugas di Indonesia. Sementara itu, biaya lainnya di luar biaya lokal adalah ditanggung oleh pemerintah Jerman.

Biaya lokal yang dimaksud tersebut meliputi: biaya penginapan, biaya konsumsi, dan biaya layanan mencuci baju (laundry)

Program SES untuk bidang kerjasama vokasi Indonesia – Jerman ini telah berjalan sejak tahun 2016.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Salah satu kegiatan Senior Experts selama di Indonesia

Pada tahun 2017 SES Jerman telah mengirimkan sekitar 100 tenaga ahli vokasi ke beberapa sekolah SMK, sekolah Politeknik, juga lembaga Perguruan Tinggi di Indonesia.

Program SES untuk kerjasama vokasi ini akan tetap berjalan pada tahun 2018 ini.

Direncanakan bahwa pengiriman tenaga ahli pada tahun 2018 akan mencapai sekitar 200 orang. Semuanya dibiayai oleh pemerintah Jerman, kecuali biaya lokal seperti tersebut di atas.

Program-program yang telah dilakukan oleh tenaga ahli SES di sekolah-sekolah SMK Indonesia misalnya:

  • Training/pelatihan untuk para guru SMK mengenai sistem pembelajaran;
  • Advisory/penyuluhan untuk pengembangan jurusan logistik;
  • Training/pelatihan para tenaga di bidang CNC, PLC, arsitek, pariwisata, dll.
  • Mendukung dan membiayai proyek Pusat Pelatihan (Training Center) di Makasar untuk melatih para lulusan SMK yang dipersiapkan untuk melakukan magang di Jerman.

Dalam salah satu testimoninya, Kepala SMK 2 Tasikmalaya menyampaikan kepada saya ungkapan sebagai berikut:

“Kami, SMK 2 Tasikmalaya, sangat terbantu dengan kedatangan para tenaga ahli SES Jerman. SES telah mengubah suasana di SMK 2 Tasikmalaya dengan memberikan konstribusi yang nyata untuk pengembangan SMK 2 Tasikmalaya.”

Terakhir, ingin saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman di IASI – Jerman atas dukungannya selama ini yang terutama telah menjembatani kerjasama SES dengan pemerintah Indonesia serta lembaga-lembaga yang ada di Indonesia, termasuk perguruan tinggi dan sekolah kejuruan SMK.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program-program kegiatan kerjasama pendidikan vokasi Indonesia – Jerman ataupun ingin mengetahui tentang lembaga SES Jerman serta tertarik untuk bekerjasama dengan SES, dipersilakan mengontak saya, Adam Pamma, secara langsung via WA: +4917635168516; atau Telpon: +6282314733580, atau Inbox – Facebook.

Salam hangat, Adam Pamma (SES Representative Indonesia)

Presentasi lengkap kegiatan SES bisa di lihat di link ini:
http://iasi-germany.de/wp-content/uploads/Kegiatan%20SES%20di%20SMK.pdf

** Catatan: Tulisan ini diedit oleh Yanti Mirdayanti/IASI berdasarkan tulisan aslinya.

WhatsApp Image 2018-02-25 at 7.52.05 PM

Pameran Internasional “Vivaness” – Pameran Produk Alami/Natural Products

(oleh: Tiara Gitanyali – Divisi Ekraf IASI)

Dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman tentang topik “Bio/Natural Products” (Produk Alami) dalam pameran kosmetik “Vivaness” yang saya hadiri minggu lalu, 13 – 16 Februari di Nürnberg.

Pameran kosmetik internasional “Vivaness” ini telah sangat dinantikan dan dihadiri oleh berbagai perusahaan dari berbagai belahan dunia yang berkecimpung dalam bidang produk alami.

Seluruh produk yang dibawa dan dipasarkan di Eropa harus memenuhi berbagai kriteria dari lembaga Bio/Natural Products serta telah bersertifikasi.

Para pengunjung pameran kosmetik “Vivaness” juga harus memenuhi berbagai kriteria. Yaitu: Anda merupakan pelaku bisnis, pemilik retail, kritikus kuliner, pembeli, dll. Kalau bukan, maka Anda akan ditolak memasuki ruang pameran internasional ini. Setiap pembeli tiket masuk pameran (berhargs 40€) harus terlebih dahulu menyerahkan sebuah fotokopi kartu sertifikat sebagai pengusaha.

Jadi, pameran ini benar-benar mempertemukan orang-orang yang tepat di bidangnya dalam satu wadah setiap tahunnya. Bayangkan, saat ini orang-orang di belahan negara-negara maju sudah sangat sadar untuk ‘back to nature’, kembali ke produk alami.

Produk Bio/Natural Products memang berharga lebih mahal daripada produk biasa, tetapi permintaan pasar dunia saat ini begitu tinggi.

Saat menghadiri pameran “Vivaness” ini, saya bersama suami berkeliling hampir seharian. Suami menghabiskan waktu dengan mencoba semua makanan bio, juga bir gratis yang disediakan cuma-cuma oleh para eksibitor dan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Suasana ruangan pameran produk-produk alami

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Sementara itu, sebagai pemilik bisnis SPA tentu saja ketertarikan saya adalah di bidang kosmetik. Oleh karena itu, saya pun berkeliling di setiap stand, mencoba dan memperhatikan produk-produknya, serta berinteraksi dengan para peserta pameran. Ada eksibitor dari Korea, Cina, Afrika, India, Inggris, Bulgaria, Malaysia dan negara-negara Eropa lainnya.

Sayangnya, tak ada satu pun produk kosmetik bio dari Indonesia yang bisa saya temukan di pameran “Vivaness” tahun ini. Namun saya temukan misalnya produk Tanamera dari Malaysia yang tentunya juga telah mendapatkan sertifikasi internasional.

Sejauh ini saya sendiri belum mengetahui, apakah produk-produk lokal di Indonesia sudah mendapatkan sertifikasi internasional dan sudah terjun ke ajang pameran Bio/Natural Products international seperti ini di tempat lain?

Namun saya kira, sekaranglah saatnya yang terbaik bagi perusahaan-perusahaan kecil atau produsen ‘home made’ khusus bio/natural products dari Indonesia yang belum mendapat seritikasi internasional untuk mempelajari lebih jauh cara untuk mendapatkan sertifikasi international di Eropa. Peluang pasar masih tinggi, karena produk eksotik dan produk alami/bio masih termasuk “baru” di sini (Eropa). Mengapa tidak dicoba? Saya juga bersedia untuk bermitra bisnis dengan para pengusaha produk bio/natural products dari Indonesia.

Impian saya adalah bahwa suatu saat para pemilik SPA di Eropa mulai memakai produk buatan Indonesia (Products Made in Indonesia) yang berkriteria aman, eksotik, bio/alami, dan harganya terjangkau.

Berikut saya sertakan alamat website dan tentang tata cara menjadi eksibitor untuk tahun depan, tahun 2019:

https://www.vivaness.de/en/exhibitors/faq

Semoga pada pameran tahun 2019 ada produk bio/nature dari Indonesia yang bisa masuk Eropa/Jerman!

Nürnberg/Magdeburg, Februari 2018

(Editor: Y. Mirdayanti/IASI)

23755270_1623084874380710_3779319260505448875_n

Impian saya adalah bahwa suatu saat para pemilik SPA di Eropa mulai memakai produk buatan Indonesia – Tiara Gitanyali

Top